Pemberdayaan Karang Taruna Tangkal Radikalisme melalui Revitalisasi Social Culture Madura (Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan)

Mohammad Fahrur Rozi, Suhaimi Suhaimi, Agustri Purwandi, Sapto Wahyono, Mahsun Ismail, Achmad Rifai

Abstract


Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menangakal dan mencegah paham radikalisme melalui kearifan lokal social culture Madura. Dengan bermitrakan Karang Taruna Persada (Persatuan Pemuda) Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Pemberdayaan masyarakat ini, memposisikan karang taruna sebagai objek utama dalam mentrasnformasikan pemahaman tentang radikalisme dan diharapkan dapat menginternalisasikan nilai-nilai social culture dengan beberapa tahapan-tahapan, meliputi: perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa metode diantaranya: pelatihan, pendampingan, dan pengawasan. Keempat tahapan dan metode di atas merupakan tahapan kegiatan pelakasanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk pendidikan berbasis komunitas untuk melahirkan generasi muda Karang Taruna Persada menjadi generas muda yang memiliki nilai hablu min al-allah wa hablu min al-nas, nasionalisme dan patriotism dengan menjunjung tinggi ideologi negara republik Indonesia yang berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Keywords


Karang Taruna, Radikalisme, Social Culture

Full Text:

PDF

References


Buhari. (2017). Islam dan tradisi lokal di Nusantara: Telaah kritis terhadap tradisi Pelet Betteng pada masyarakat Madura dalam perspektif hukum Islam al-Maslahah. al-Maslahah: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan, 13(2), 201–219.

Hasan, N. (2017). Makna dan fungsi tradisi Samman. Ibda: Jurnal Kebudayaan Islam, 15(1), 45–58.

Hidayat, A. (2020). Strategi penangkalan dan penanggulangan radikalisme melalui cultural reinforcement masyarakat Jawa Tengah. USM Law Review, 3(1), 85–102.

Ilahi, W., & Aisah, S. (2012). Simbol keislaman pada tradisi Rokat Tase’ dalam komunikasi masyarakat Desa Nepa, Banyuates Sampang Madura. Indo-Islamika: Jurnal Studi Keislaman Indonesia, 2(1), 75–90.

Rahem, Z. (2020). Pendidikan toleransi antarsesama pada budaya Toron Tana Beji’ masyarakat Madura. Tarbiya Islamia: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 9(1), 33–48.

Rozi, M. F. (2017). Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proceeding 1st Annual Conference for Muslim Scholar Kopertais Wilayah IV Surabaya, 112–121.

Susanto, E. (2020). Revitalisasi nilai luhur tradisi lokal Madura dalam menjaga harmoni sosial. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture, 28(2), 159–176.

Ummah, S. C. (2018). Akar radikalisme di Indonesia: Analisis faktor sosial dan keagamaan. Humanika: Jurnal Kajian Ilmiah, 18(1), 55–72.

Hefni, M. (2021). Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato: Hierarki kepatuhan dalam budaya Madura. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture, 29(1), 22–37.

Nasih, A. M., & Kholidah, L. N. (2019). Metode dan teknik pembelajaran pendidikan agama Islam. Bandung: Refika Aditama.

Al-Allamah, S. (2016). Tafsir Muyassar. Jakarta: Darul Haq.

Ramayulis. (2019). Ilmu pendidikan Islam (Edisi revisi). Jakarta: Kalam Mulia.

Sutrisno, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Edisi revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Khan, M. W. (2018). Islam anti kekerasan (Cet. ke-3). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Madjid, N. (2019). Masyarakat religius: Membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat (Cet. ke-5). Jakarta: Paramadina.




DOI: https://doi.org/10.61813/jlppm.v4i2.226

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 suhaimi suhaimi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.