Pandangan Fikih Mualamalah Terhadap Jual Beli Bahan Bangunan dengan Sistem Titip di Kabupaten Purbalingga

Syahfana Nur Alfiani, Wage Wage

Abstract


Usaha yang menjual bahan dan peralatan bangunan disebut dengan toko bahan bangunan. Pembayaran dilakukan terlebih dahulu untuk jual beli bahan bangunan, namun barang dagangan tersebut dititipkan kepada pemilik toko tanpa batas waktu atau jangka waktu yang disepakati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik lapangan dan pandangan Fiqih Muamalah dalam jual beli perlengkapan bangunan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan dengan objek penelitian yaitu pemilik toko bahan bangunan, pegawai, dan pembeli yang menggunakan sistem titipan. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data deduktif digunakan untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan, kemudian ditarik kesimpulan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek jual beli bahan bangunan dengan sistem titipan di Kabupaten Purbalingga sudah sesuai dengan rukun dan syarat jual beli. Praktek jual beli tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Akad dalam prakteknya adalah akad wadiah, berupa wadiah yad ad-dhomanah, yaitu akad titipan yang mana penerima titipan tidak diperbolehkan mengembangkan barang titipan tersebut. Penjual menjamin untuk menyimpan dan mengembalikan uang titipan bila pembeli memerlukannya. Dalam praktek jual beli tidak ada hal-hal yang diharamkan dalam syariat Islam, seperti dzalim, gharar, dan riba.


Keywords


Fiqih Muamalah, Jual Beli, Sistem Deposit, Toko Bahan Bangunan

Full Text:

PDF

References


Anggito, A., & Johan, S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.

Baits, A. N. (1441). Pengantar Fiqh Jual Beli & Harta Haram. Pustaka Muamalah Jogja. Djuwaini, D. (2008). Pengantar Fiqh Muamalah. Pustaka Pelajar.

Ferdinand, N. (2021). Prinsip Perniagaan Menurut Islam : Sebuah Tinjauan Fiqih Untuk Muamalah Kontemporer Novingky Ferdinand STIES Mitra Karya Bekasi. 62–28.

Fransiska, C., Febriadi, S. R., & Srisusilawati, P. (2019). Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Fee dalam Praktik Jasa Titip Barang Online (Studi Kasus Pada Princessist Online Shop). Prosiding Hukum Ekonomi Syariah, 109–115.

Mahkamah Agung. (2016). Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. In Mahkamah Agung. Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Muhammad. (2007). Aspek Hukum dalam Muamalah. Graha Ilmu. Mustahaq, A. (2001). Etika Bisnis Islam. PT Raja Grafindo Persada.

Pratiwi, W. D., & Makhrus, M. (2018). Praktik Akad Wadi’ah Yad Dhamanah pada Produk Tabungan di Bank BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 1(2), 177. https://doi.org/10.30595/jhes.v1i2.3923

Putri, N. S., & Aravik, H. (2021). Analisis Produk Tabungan Wadi’Ah Pada Pt. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Al-Falah Banyuasin. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 1(1), 1–10. https://doi.org/10.36908/jimpa.v1i1.2

Shalih bin Abdul Aziz. (2017). Fikih Muyassar. Darul Haq.

Sugiyono, P. D. (2018). Motode Penelitian Kualitatif. CV ALFABETA. Suhendi, H. (2011). Fiqh Muamalah. PT RajaGrafindo Persada.

Syakarna, N. F., Ronaldo, W. D., & Hidayat, F. (2021). Status Perubahan Akad Wadi’ah Yad Al-Amanah menjadi Wadi’ah Yad Adh- Dhamanah Pada Bank Syariah. Musyarakah : Journal of Sharia Economics, 1(2), 146– 154.

Wartoyo, W. (2019). Transformasi Nilai-Nilai Filosofis Ibadah Dalam Ekonomis Syariah. Nizham Journal of Islamic Studies, 6(02), 111–128.




DOI: https://doi.org/10.61813/jhap.v2i1.101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Hukum dan Adminstrasi Publik

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.